3 Tempat Wisata Kuliner di Surabaya

  1. Ayam Nelongso

Mahasiswa berkantong tipis Surabaya seperti aku pasti mengenal Ayam Nelongso. Di Surabaya sendiri, ada tiga cabang Ayam Nelongso, yaitu di Klampis (Arif Rahman Hakim), Nginden, dan yang baru saja buka di Dharmawangsa (dekat Kampus B Unair). Harga rata-rata nasi ayam di Ayam Nelongso berada di kisaran Rp 6000-Rp 15000. Dengan harga demikian, kamu bisa mengambil sambal sepuasnya. Ada sekitar Sembilan jenis sambal yang bisa kamu pilih, meskipun di waktu tertentu persediaan habis dan kamu harus menunggu. Untuk harga minuman tidak perlu khawatir. Menu andalanku, es teh atau air mineral, bisa didapat hanya dengan Rp3000 saja. Dari segi kenyamanan, menurutku, baik cabang Klampis maupun Nginden, keduanya enak untuk nongkrong. Keduanya juga dilengkapi dengan fasilitas wifi, meskipun kadang-kadang tidak connect. Walaupun cenderung lebih sering ramai, aku lebih betah di Ayam Nelongso Klampis daripada Nginden, mungkin karena lokasinya yang lebih dekat dengan kampusku (sebelum ada cabang baru). Sedangkaan, untuk cabang baru di Dharmawangsa, aku belum pernah ke sana. Oh ya, jangan lupa sediakan biaya parkir Rp2000 ya!

  1. Warung Nasi Padang (Jl. Gubeng Kertajaya No.20)

Nasi Padang selalu menjadi favorit sebagian besar mahasiswa. Selain porsinya yang banyak, pilihan lauknya juga beragam, ditambah bumbu rendang yang sangat menggugah selera. Tapi, nasi padang favoritku adalah namanya “Palapa” di jalan Gubeng Kertajaya (aku tidak tahu sudah berapa banyak nama warung nasi padang yang namanya Palapa, maka kusertakan alamat). Lokasinya dekat dengan kampusku dan ramai terus. Mungkin selain karena lokasi yang strategis, harganya juga sangat pas di kantong mahasiswa. Biasanya, aku memesan lauk ayam goreng hanya Rp15000. Di sisi lain, penjualnya juga sangat ramah. Dari segi kenyamanan biasa saja, seperti umumnya warung makan. Tapi, jika kurang beruntung, ada tukang parkir gaib yang tiba-tiba muncul saat kamu hendak meninggalkan warung, waspadalah!

3. Badokan & Kofie Paste (Jl. Gubeng Kertajaya VIIC no. 56)

Badokan dan Kofie Paste ini letaknya bersebelahan dan saling melengkapi. Badokan ini semacam pujasera sehingga pilihan menu makanannya lumayan banyak. Ada nasi penyetan, nasi cumi, batagor, siomay, sego soge, bakso, mie ayam, dan sejenisnya. Makanan di sini sangat terjangkau dengan range harga Rp8000-Rp15000, tetapi rasa makanannya standar saja. Tetapi, ada pentol bakar dan sempol yang sangat enak (ini bukan pendapatku saja, tapi juga teman-temanku) yang satu porsinya Rp8000 saja. Untuk harga minumannya paling murah Rp3000 dan itu sudah dapat es teh jumbo. Beralih ke Kofie Paste, yang mana untuk mencapai tempat ini kamu harus melewati Badokan dulu. Banyak macam kopi di sini, dari yang tradisional sampai modern, dan harganya standar saja, sekitar Rp6000-Rp10000. Menu makanan andalannya adalah indomie goreng atau kuah dengan harga paling murah Rp7000, bisa tambah topping telur, kornet, atau keju, tentunya harus membayar ekstra. Selain itu, ada juga kentang goreng, jamur crispy, dan snack lainnya. Tempatnya nyaman untuk mengerjakan tugas dengan wifi super kencang, tetapi lagi-lagi, tempat semacam ini tidak bebas dari rokok. Parkir gratis, tapi butuh effort yang sangat tinggi kalau motormu dipindah ya! Bapak yang menata parkiran tidak akan membantumu mengeluarkan motor kalau kamu tidak secara langsung minta bantuan.

Leave a comment

Blog at WordPress.com.

Up ↑

Design a site like this with WordPress.com
Get started